Tuesday, July 28, 2015

Review Pixel X800N Flash for Nikon

Posted On 9:54 PM by kang shayun 0 comments



Review Pixel X800N Speedlite for Nikon




After Launching  the camera with a series X800C Flash for Canon DSLR users,  next party issued a series of enterprise Pixel Pixel X800N for Nikon users,

Products Products Pixel enterprise very calculated for kamere accessories and supplies, in addition to quality-tested price is also very jauuh even up to 3 times the price released by his camera manufacturers, whereas the function and the results are not much different.

future  reviews about products Pixel X800N, because it is truly a new product may be one or two months ahead of this product there sauah his review,
But try to  compares with Pixel Products X800C, X800N product seems not to be much different, both in quality and price.

If the Pixel Products X800C compared i with Canon Speedlite EX600 products, whose opponent is equivalent to Pixel X800N? For the Guide Number (GN) 60 can with SB-700 or SB-910 as its comparison, both in terms of its function and,
Emerging Pixel X800N itself adds a variant of this product which until Pixel more trend launching  products to the for  canon DSLR , now Pixel It began to look for products accecorist  camera Nikon lineup, perhaps at future, Pixel issued a lineup of products for Sony, which for this is still minimal for camera accessories, both from the pro level sumer, mirrorless or DSLRN product, but it also accessories sony products are expensive, so if Pixel HK issued products Accessories Create Sony seems to be good.

For users who Ever Reviewing his X800N Pixel Products please be informed that the Nikon users helped to choose Accessories Flash, One Of  Pixel Products X800N

Site pixelhk:
http://www.pixelhk.com/Proshow.aspx?id=380



Panduan MOS 2015 (cita cita saya)

Posted On 6:57 PM by kang shayun 0 comments



Masa Orientasi Siswa (MOS) ata Masa Orientasi sekolah (MOS)
Siswa disuruh membuat kartu nama lengkap dengan gelar atau jabatan cita cita tertinggi mereka , selanjutnya diberikan waktu untuk mengungkapkan cita citanya tersebut dan Menjadi bahan masukan buat sekolah untuk mendukung cita cita para siswa baru tersebut, dan di kliping oleh sekolah dalam buku induk untuk dijadikan motivasi setiap siswa baik tahunana maupun menjelang akhir sekolah mereka
----------------------------------------------------------------------------------------------
Ikut meramaikan tentang MOS yang sekarang sedang berlangsung di berbagai sekolah sebenarnya saya mengidamkan MOS menjadi sebuah momentum pembekalan kepada siswa baru maupun yang sudah senior yang lebih bermanfaat,
Memang tujuan awalnya MOS itu adalah bagaimana siswa baru mengenal dunia baru mereka di lingkungan sekolahnya, baik itu jajaaran pengajarnya, situasi kelasnya,  fasilitas sekolahnya maupun kegiatan yang ada di sekolahnya itu sendiri,
Tapi selama hidup saya saya pernah merasakan MOS yang benar benar mengesankan sampai sekarang ketika masuk ke sekolah tinggi namanya PSU (pelatihan Super unggul)
PSU benar benar memberikan kesan lebih kepada saya pribadi terutama bagaimana saya mempersiapkan diri ketika memasuki dunia pendidikan yang baru, penyajian dan susunan acara dari hari ke hari pun ditata sedemikian rupa sehingga pada saat hari terakhir acara  mencapai anti klimaksnya.
Bahwa saya ingin menjadi apa dan akan menjadi apa setelah lulus sekolah nanti, semua harus ditulis dan dibacakan satu persatu dan diberikan kepada teman terdekat untuk saling memberikan masukan tentang apa yang saya  tulis, begitupula saya mengomentari teman saya tentunya dengan niat memberikan semangat secara jujur, walau hanya bertemu baru 2 atau 3 hari.
Tulisan cita cita tidak hanya menulis, karena dipaparkan sebelumnya bahwa potensi kelemahan dan kelebihan masing masing harus dituliskan di hari hari sebelumnya, dan potensi yang bisa dikembangkan di sekolah seperti apa global outputnya, tidak hanya menjadikan visi menjadi orang yang bermanfaat tapi lebih spesifik.
Mungkin kiranya di sekolah sekolah bisa diterapkan dan sedikit diberikan inovasi dan kreasi terhadap kebiasaan mos yang sudah berlangsung secara turun temurun dari tahun ke tahun,
Misalnya saja , papan nama yang digantungkan di leher para siswa baru diganti dengan kartu nama yang harus mereka desain sendiri , lengkap dengan cita cita tertinggi yang mereka miliki, Misal Nama Wawan  tertulis dibawahnya Pengusaha Exportir batu akik,
Atau Abdul Rochmat dengan titel Owner  Beras Organik PT. Usaha jaya terus, atau mungkin juga misalnya Muhammad lutfi usaha sebagai Direksi pt. minat jaya,
Untuk selnjutnya mereka diberikan kesempatan untuk mengemukakan dan menjelaskan apa yang mereka tulis, agar menjadi motivasi secara terus menerus sampai mereka tua, kalau bisa sekolah mengabadikan tulisannyatersebut bisa dengan foto atau dipajang dibuku induk siswa bahwa mereka (siswa baru) mempunyai cita cita itu, selanjutanya pihak sekolah mengevaluasi terhadap cita cita mereka agar menjadi focus ternyata banyak siswa baru mayoritas pingin jadi pengusaha misalnya, atau ingin jadi engineer, atau ingin jadi ustad, dari situlah sekolah berpijak disamping ada kurikulum juga, minimal dalam muatan lokal bisa masuk.
Begitupula dengan istilah biaya untuk mos sendiri, saya inginmnya mereka sambil belajar menjual saya yakin bisa !!!!
Di lingkungan ciamis misalnya, hampir setiap keluarga mempunyai gabah di rumahnya, tapi belum tentu mempunyai uang cash berlebih, sebaiknya pihak sekolah memungut biaya mos dengan sumber daya yang mereka miliki, ajarilah mereka menghargai bahwa sulitnya mendapatkan uang, bawa gabah 10 kilo lebih membebani daripada membawa uang 50 ribu misalnya, tapi mengeluarkan gabah 10 kilo jauh lebih mudah daripada mengeluarkan uang 50 ribu untuk ukuran warga ciamis.
Atau bisa jadi mereka disuruh membawa kelapa 4 utir untuk iuran 20 ribu,  tentunya untuk siswa yang mempunyai pohon kelapa dan untuk yang tidak punya pohon kelapa, bisa membeli dari temannya, selanjutnya ditampung dan dijual ke pengepul, atau jangan jangan dari orang tua mereka ada yang jadi pengepul kelapa atau beras, saya yakin lebih menarik dan lebih memberikan pelajaran.
Ini hanya pengalaman dan harapan   saya, mungkin banyak yang lebih bagus dan lebih terarah lagi, untuk menjadikan kualitas pelajaran semakin hari semakin bagus





Monday, July 27, 2015

Menyiasati musim kemarau dengan kokopet (cocopeat)

Posted On 7:15 PM by kang shayun 0 comments



Menyiasati musim kemarau dengan kokopet (cocopeat)





Kandungan serabut kelapa
(K) Kalium, (P) Fosfor, (Ca) Calsium, (Mg) Magnesium, (Na) Natrium dan beberapa mineral lainnya.
Kalau urang sunda mendengar kata kokopet pasti nyengir, apalagi kalau diesbutkan kokopet bisa menjadi bahan penyubur tanah, karena istilah kokopet sangat jijik dan terkesan jorok, hahahaha, , tepi mungkin sebenarnya asal usulnya hamper sama antara cocopeat versi bahasa inggris dama kokopet versi urang sunda.
Cocopeat merupakan serbuk  yang didapatkan dari tapas kelapa, ketika tapas kelapa di urai maka akan menghasilkan cocopeat sama cocofiber, dimana cocofiber merupakan serat tapas kelapanya dan cocopeat serbuknya,
Sampai sekarang cocopeat masih sedikit yang mengolah meskipun di Indonesia pohon kelapa mencapai ratusan juta dan menghasilkan cocoepat dan cocofibernya pastinya lebih banyak lagi, tapi sayang sampai sekarang yang baru termanfaatkan baru hanya cocofibernya, itupun mayoritas di exspor, karena banyak kekurang tahuan terhadap bagaimana cara mengolah sabtu kelapa ini.
Banyak artikel yang membahas tentang cocopeat di internet, bagaimana cara mengolah, mesin apa yang harus dipunyai dan bagaimana cara memasarkannya, bisnisnya , bahkan menurut pak Ady Indra Pawennari  beliau adalah ketua Asosiasi Industri Sabut Kelapa Indonesia (AISKI) , coocopeat bisa menghemat pupuk sampai 50%,
tapi kenapa pada masih belum maksimal?  Informasi tentang cocopeat saya yakin belum menyentuk kepada pengepul kelapa skala kecil seperti di kampong saya, padahal setiap minggu kang epul namanya setiap minggu mengirim kelapa ke Cirebon, tentunya sudah dikupas, mungin di daerah lainnya banyak juga seperti apa yang terjadi di kampung saya,
disamping informasi yang belum sampai, ternyata memang lumayan mahal juga mesin pengolah kokopet sama cocofiber untuk skala  pas pasan, estimasi 30-40 juta harus di investasikan meskipun kalkulasi secara jangka panjang pasti balik modal dan untung,
kalau pemerintah jeli dan berniat membantu memaksimalkan, apalagi pengurus desa rada nyakola dikit, bisa diusahakan untuk dibangun BUMDES pengolah sarabut kelapa ini,  masyarakat yang mempunyai serabut kelapa bisa mengambil cocopetnya buat penyubur tanah, sementara cocofibernya dijual untuk menutupi cost produksi dan menghidupi BUMDES itu sendiri,
Cocopeat secara teknik bisa menyerap air dan menyimpan air lebih banyak daripada tanah biasa, tentunya bisa menggemburkan tanah karena pori pori cocopeat sangat memungkinkan untuk itu, yang pada akhirnya kandungan air daidalam tanah akan lebih lama daripada tanah yang tidak dibantu dengan cocopeat.
Dengan berbagai kandungan yang dibutuhkan oleh tanaman kokopet tentunya bisa dijadikan sebagai pupuk kimia, sehingga tanaman bisa tumbuh subur,
Sangat ironi memang daerah penghasil kelapa tanahnya pada keras dan pecah pecah ketika musim kemarau tiba, padahal di daerah mereka punya alat untuk penyubur tanah yang sudah disediakan oleh tuhan yang maha kuasa,
Mudah mudahan banyak yang menjembatani tentang potensi ini, demi kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat,  100 juta setiap desa dibangun untuk sentra cocopeeat dan sentra pupuk organic cair untuk ketahanan pangan seharusnya bisa dilakukan, toh katanya duitnya banyak ….
Untuk masalah mesin?, banyak ukm ukm atau pabrikasi di Indonesia sudah bisa membuat mesin pengolah serabut kalapa,
Mewujudkan 1 desa 1 BUMDES pengolah cocopeat seharusnya menjadi rencana Menteri pertanian, untuk mewujudkan ketahanan pangan berkelanjutan.


Salam kokopet salam cebok
Tulisan ini saya maksudkan untuk mensupport pak Ady sebagai ketua AISKI


Wednesday, July 22, 2015

persatuan Pedagang roti bakar

Posted On 8:57 PM by kang shayun 0 comments



Roti bakar Khas Bandung atau Khas Ciamis ?


Semenjak saya SD , pengusaha rotibakar sudah ada di kampuong saya letaknya di desa darmaraja kecamatan kawali kabupaten ciamis, kala itu masih ingat ketika ada pengajian di sebuah keluarga salah satu jamuannya adalah rotibakar, memang kala itu karena tempat usahanya dibandung maka terkenalah rotibakar bandung,
Usaha rotibakar terus turun temurun dari mula menjadi pedagang rotinya, atau yang bekerja di pabrik roti nya lalu meningkat menjadi bos yang punya pabrik roti nya,
Trend pengusaha roti bakar di kampung saya kala itu masih kalah sama yang punya jongko (warung di pasar) yang tersebar di rancaekek, cicalengka, dan wilayah wilayah lain dibandung, trend pengusaha kelontongan masih menjadi pengusaha nomor wahid dan berhasil membawa anak anak kampung untuk menjadi pelayan di toko toko,
Anak anak lulusan smp atau sd kala itu, sudah siap menjadi penjaga toko kelontong dan siap banyak yang nampung, begitu dan seterunya sampai sampai banyak yang menjadi bos kelontong, bahkan sampai sekarang masih ada yang masih bertahan,
Tapi lambat laun pengusaha rotibakar menjadi primadona usaha di kampung saya, bahkan sekarang mayoritas yang berusaha keluar daerah adalah tukang rotibakar, baik menjadi pedagang maupun menjadi pemilik UKM pabrik rotibakar, tersebar dari ujung banten sampai bali,
Ada beberapa pengusaha rotibakar yang bisa saya ketahui yang berasal dari kampong saya.
1.       Bos Gober -> Lokasi pabrik serang banten
2.       Bos Gober -> Lokasi Labuan Banten
3.       Bos Gober -> Labuan banten
4.       Bos Gober -> Cilegon
5.       Bos Deny -> lokasi pabrik Cikarang
6.       Bos Robert -> Lokasi pabrik Gunung Kidul
7.       Bos Robert -> Lokasi pabrik  wates
8.       Bos Aman -> Lokasi Pabrik Pekalongan
9.       Bos Amir -> Lokasi Pabrik Purwokerto
10.   Bos Jhony -> lokasi pabrik Jogja
11.   Bos Ugy -> lokasi pabrik Jogja, Prambanan
12.   Bos Do ing -> lokasi pabrik jawa timur (sekitar gresik)
13.   Bos Apin -> Sekitaran jogja.
14.   Bos Air (agus Irawan) -> dangdeur Bandung
15.   Bos Amin -> Kalasan
16.   Bos asik -> madiun
Kalau nama namanya memang tidak mencerminkan orang sunda hahaha, memang aneh tapi ya begitulah, kalaupun mereka berkata orang ciamis apalagi nama desa darmaraja yang kata orang nagara beling (saking kampungnya), tidak akan percaya karena naanya keren keran, Gober, Robert, Jhony, Ugy, Do Ing, kalau nama Amir, aman, Denny mungkin masih worth
Jika rata rata pabrik mereka membuat roti dalam sehari 5 sak gandum ( per Zak 25 kg) berarrti hampir  2 ton gandum perhari warga aseli kampung kami mengolah gandum menjadi roti,  saya juga pernah menjadi bagian keluarga besar group roti bakar sewaktu kuliah di jogja, memang manis, margin 20- 30% per hari bisa dapat,
Tapi sayang badan terasa remuk hahahaha, banting tulang dari subuh hingga sore bahkan sampai malam hari itu benar benar terjadi,
Bisnis rotibakar mudah mudahan bisa mengalahkan juragan rumah makan ampera yang sama sama asli dari kampung saya, dan semoga bisnis rotibakar bisa naik tahta menjadi bisnis turunana kue kue lainnya,
Salam Rotibakar



VIDEO Waterboom cikarang

Jababeka Medical City

Pasar Cikarang

 

Info Cikarang Copyright © 2010 LKart Theme is Designed by Lasantha